Catatan

untuk #kampusfiksi yang selalu dalam pelukan

tidak ada orang yang bisa menebak jalan takdirnya. sama halnya seperti saya. tahun 2013 adalah masa saat saya kuat menulis cerpen dan mengirimkan untuk beragam lomba. tidak hanya sekali saya kirim ke DIVA Press. salah satunya cerpen dengan tema mantan. seperti hubungan yang kandas, naskah saya pun begitu. lalu saya lihat ada seleksi #kampusfiksi. ya mungkin kali ini adalah peruntungan…

Continue Reading

Catatan

#kampusfiksi hari 7: alasan hidup

Katanya, kalau cinta itu tidak butuh alasan. Lalu bagaimana dengan hidup? Sejauh ini, pemikiran semacam beginian hampir tidak nyasar di kepala saya. Biar saja hidup untuk hari ini. Besok ya besok. Kemarin? Ya ditengok sesekali ngga apa-apa. Sebagai cerita ataupun pelajaran juga kenangan. Saya tidak bisa bilang alasan hidup saya karena dia, mereka, atau siapalah. Karena saya sadar diri, kehadiran…

Continue Reading

Catatan

#kampusfiksi hari 6: kehilangan

kehilangan itu tidak ada. kan sebelum ditinggalkan, kondisi kita pun sedang sendiri, yang kemudian sendiri lagi. masalahnya ada pada rentang sebelum ditinggalkan itu ada kenangan. dan brengseknya kenangan ini, semakin akan dilupakan semakin ingat. semakin merasa kehilangan, semakin terasa menyiksa. jadi, kehilangan itu: #biasaaja.

Catatan

#kampusfiksi hari 5: buku di dekat saya

besok malamnya, saya memenuhi janji menemui perempuan dengan mata berkilau yang saya lihat di warung pecel lele itu dengan datang ke rumah kosnya. kami berkenalan dan segera saya utarakan niat untuk menikahinya yang niscaya ditolaknya. dia menganggap saya sinting karena baru bertemu dan tanpa babibu langsung mengajak menikah, tapi saya tidak menyerah. (Aleppo, hlm. 80) di samping saya ada banyak…

Continue Reading