Drama, K-Pop, Review

[REVIEW] School 2017; Apa Kenanganmu saat SMA?

Saya mengikuti serial School belum lama. Bahkan School 2013 tidak saya tamatkan karena kurang greget. Kata teman-teman bagus, sih. Ya, nanti mungkin saya tengok lagi. School 2015 saya tonton on going dan greget karena tidak dapat asupan drama baru, akhirnya episode pertengahan hanya membaca sinopsisnya saja, tidak melihat dramanya. Lalu awal tahun ini atau akhir tahun lalu, kembali saya ulang nonton. Pesona pemain School 2015 emang beda, sih. Kim So hyun, Nam Joo hyuk, dan Yook Sungjae sungguh sayang dilewatkan (hargain usaha saya mencari nama-nama tersebut karena sesungguhnya tiada hapal sodarahh-sodaraahh wkwkwkkw). OST drama ini juga keren. Beberapa waktu kemudian setelah nonton drama ini baru tahu kalau Sungjae itu idol, member BtoB. Kalau Kim So hyun dan Nam Joo hyuk emang lumayan tahu sih, dari beberapa drama yang mereka bintangi di drama-drama sebelumnya. School 2015 ini, tema yang diangkat adalah bahaya bully yang memang kerap terjadi di lingkup sekolah. Efeknya luar biasa ternyata, dan mengerikan.

Pemain School 2017 dirilis dan saya syok karena tidak ada yang kenal. Haha. Mereka masih sangat muda, pokoknya bukan “angkatan” saya banget. Awalnya mau mengabaikan drama ini, tapi kok kayaknya lucu, ya. Akhinya setelah jeda beberapa bulan, saya merampungkan School 2017.

Hyun Tae woon (Kim Jung hyun) terkenal sangat badung di sekolah. Namun tidak banyak yang bisa dilakukan teman-teman ataupun guru karena ia adalah anak dari salah satu orang kaya yang menjadi penyumbang utama di sekolah. Laki-laki yang bertolak belakang dengan Tae woon adalah Song Dae hwi (Jang Doong yoon). Dae hwi terkenal karena selalu juara 1 dan merupakan ketua OSIS. Lain lagi dengan perempuan tidak berprestasi sama sekali bernama Ra Eun ho (Kim Se jeong), ia bahkan harus keluar di jam sekolah karena harus kerja paruh waktu. Eun ho mempunyai teman dekat bernama Oh Sa rang (Park Se wan). Ia juga dari keluarga miskin. Ibunya bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sekolah. Obsesinya adalah menjadi PNS. Saat teman yang lain belajar keras untuk masuk universitas, ia justru menekuni soal-soal CPNS.

Sistem di sekolah yang telalu memihak anak orang kaya, meresahkan banyak orang. Anak-anak setiap hari ditekan untuk selalu belajar. Bahkan, nilai mereka di pasang di papan pengumuman, jadi semua bisa melihat urutan juara. Jelas ini semakin membuat mereka tertekan. Akhirnya, ada yang membuat ulah dengan beragam cara. Di antaranya menyalakan air di kelas sehingga ujian dibatalkan karena semua kertas basah. Hal ini membuat kepala sekolah geram. Penyelidikan dilakukan dan yang dituduh melakukan itu adalah Eun ho. Ketika sidang, justru ada yang memutar video isinya mempermalukan kepala sekolah. Ini sekaligus membebaskan tuduhan Eun ho. Sejak saat itu, dicarilah si biang keladi yang mengacaukan ketentraman sekolah. Mereka menyebutnya sebagai X. Siapa X sebenarnya?

Dae hwi, walaupun dikenal pintar, sebenarnya juga mengalami hidup berat. Ibunya sering mabuk dan terlilit banyak utang. Dae hwi mencoba mencari uang sendiri dengan menjadi teman belajar Kang Hee chan (Kim Hee chan)—yang notabene adalah orang kaya. Dae hwi menunjukkan soal-soal yang biasanya keluar saat ujian. Namun, tetap saja Hee chan tidak bisa melampaui nilah Dae hwi, padahal ibunya juga selalu menekan agar Hee chan menjadi juara 1.

Eun ho yang orang tuanya penjual ayam goreng juga tidak luput dari usaha mencari uang agar bisa lanjut kuliah. Ia suka menggambar hingga akhirnya memutuskan untuk menekuni itu dengan mendaftarkan gambarnya ke webtoon. Jika mendapat peringkat, ia bisa masuk universitas dengan mudah—karena dia juga tidak terlalu pintar jadi semakin keras usahanya.

Ternyata, Tae woon, Dae hwi, dan Eun ho terhubung oleh satu orang bernama Joong gi. Dulu, Tae woon, Dae hwi, dan Joon gi adalah teman dekat. Namun, sebuah kecelakaan mengubah semua itu. Tae woon dan Joong gi jatuh dari motor karena bertabrakan dengan bus. Joong gi buru-buru menyelamatkan korban, sementara Tae woon tidak bisa banyak berbuat karena kakinya tertindih motor. Ternyata korban yang di selamatkan dalam bus adalah Eun ho—ini yang akhirnya membuatnya trauma naik bus. Ketika akan menyelamatkan korban terakhir, bus terbakar dan Joong Gi meninggal.

Kekuasaan ayah Tae woon membuat hidupnya mudah seperti tidak terjadi apa pun—walaupun sebenarnya ia sangat kehilangan. Berbeda dengan Dae hwi yang merasa ketidakadilan itu. Sejak peristiwa tersebut dua orang ini menjadi bermusuhan.

Kasus X melibatkan polisi yang didatangkan ke sekolah. Ia adalah Han Soo ji (Han Dun hwa). Ia terlibat banyak kegiatan bersama pak guru Sim Kang myung (Han Joo wan) yang merupakan wali kelas di kelas Tae woon dkk.

Banyak konflik khas anak muda yang ditunjukkan dalam drama ini. Misalnya pacar Dae hwi, yakni Hong Nam joo (Seol In ah) yang mengaku sebagai anak direktur taksi padahal sebenarnya ayahnya adalah sopir taksi di perusahaan tersebut. Ketika semua terbongkar, Nam joo sempat bolos sekolah karena malu. Hubungannya dengan Dae hwi juga sempat putus.

Persahabatan Eun ho dan Sa rang pun sempat gonjang-ganjing sejak Eun ho pacaran. Sa rang ini yang paling mencerminkan anak muda Korea banget. Apalagi sejak di sekolah mereka kedatangan idol bernama Ro woon. Dunianya ada di sana.

“Idol adalah dunia kami,” kata Sa rang kepada Ro woon.

Sisi manusiawi kebanyakan anak sekolah ditunjukkan dari Sa rang ini. Selain itu juga banyak permasalahan antarsiswa yang diselesaikan dengan baik. Cara minta maaf, upaya yang dilakukan, mengakui kesalahan dengan baik, serta lainnya.

Kisah cinta guru tidak luput dari School 2017. Kepala sekolah yang menjengkelkan, wakil kepala sekolah yang sama menjengkelkan, guru yang tidak mau tahu dengan masalah siswa, guru yang sangat baik dalam melindungi siswa, guru yang membiarkan siswa berantem kemudian baikan dengan sangat baik, dan lain-lain.

School 2017 bisa dibilang paket lengkap untuk menunjukkan dunia pendidikan yang sebenarnya tidak hanya terjadi di negara asal drama ini dibuat. Sistem pendidikan yang semakin tidak sehat, sepertinya juga bukan hal baru.

Barangkali karena mengangkat tema sekolah, jadi drama ini bisa dikatakan “cukup bersih”. Hanya ada ciuman pipi—ya, ngana pikir akan lebih? atau malah berharap lebih? dasar wkwkwk. Ciuman dewasa tidak ada hanya nempel di bibir saja—plis, iki opo wkwkwkkw.

Drama ini minim mewek-mewek. Kecuali adegan ibu Sa rang aja, sih. Atau ya pokoknya yang menyangkut orang tua. Selebihnya akan plengah-plengeh, gluwah-gluweh, mesam-mesem tiada henti. Hiburan banget!

“Tidak masalah, karena kalian masih 18 tahun.”

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *